Tuesday, May 24, 2011

.:Dua Puluh Enam:. Jotting down

I just wanna jot down here,

TO EACH HIS OWN.........

Wednesday, May 18, 2011

.:Dua Puluh Lima:. Tentang mimpi

Biarlah hari ini saya menulis di dalam Melayu pula.

Hari yang indah, rasanya, selepas semalaman (seharian, sebetulnya) tidur sampai tak ingat dunia dan segala urusannya.

Subuh di Mesir semasa musim panas adalah sangat awal. Bayangkan, seawal pukul 3 pagi. Tetapi untuk manusia yang telah puas tidur semalaman, saya langsung tiada masalah untuk bangun awal dan bersiap untuk bersolat, dalam keadaan hati yang riang gembira.

Mengapa?

Semuanya disebabkan sebuah mimpi. Mimpi berkenaan diri sendiri. Alhamdulillah, sekurang-kurangnya, ini bukanlah mimpi-mimpi ngeri hari pembalasan yang sering saya alami. Hehe

Walaupun hanya sekadar mimpi, saya hendak juga coretkan di sini. InsyaAllah, moga Tuhan makbulkan, menjadi kenyataan. Jika tidak dalam masa terdekat, saya tetap akan tunggu.

Mimpi tentang sebuah perkahwinan.

Ok, ketawalah. Siapa yang tidak mahu mengimpikan perkahwinan?

Namun mimpi kali ini betul-betul berbeza.

Saya berada di Malaysia, tentunya, berbincang bersama-sama ibu dan ayah, tentang prospek perkahwinan. Calonnya telah ada, cuma menunggu untuk masuk meminang. Lalu rombongan dihantar, dan mimpi saya di-fastforward-kan sehinggalah saya berada di dalam majlis akad.

Oh, lelaki mana yang tidak berpeluh-peluh berdebar semasa akad? Namun inilah saat yang paling menggembirakan, dan inilah episod mimpi yang paling saya tidak mahu bangun daripadanya.

Saya memakai persalinan putih, sepadan dengan pengantin perempuan. Masih lagi berkaca mata seperti sekarang, tetapi terasa bertakhta sehari kerana sebagai pengantin, kitalah yang dilihat dan dinanti orang sepanjang hari tersebut.

Bayangkan semua mata sedang menumpu kepada anda, dan pengantin perempuan tertunduk malu menantikan anda melafazkan kata-kata yang menjadikan dirinya milik anda sepenuhnya. Di atas tilam kecil anda duduk berhadapan dengan wali, gemuruh rasa tidak dapat disembunyikan lagi.

Akad dilafaz, dan dengan henjutan salam, saya menyambutnya. Dan dengan sekali lafaz, pengantin perempuan yang tertunduk malu tadi merupakan tanggungjawab saya, mulai saat itu, di dunia dan akhirat.

Allah, besarnya hakikat amanah yang Allah berikan kepada saya! Hanya ketika saya mencoret di sini, barulah saya sedar.

Namun sewaktu itu, perasaan tanggungjawab itu dibayangi oleh rasa gembira dan tenang oleh lafaz nikah yang saya sebutkan. Cinta yang disulam, terasa direstui oleh seluruh alam, di langit dan di bumi. Ibu ayah gembira, ahli keluarga saya gembira, hadirin di dalam masjid gembira, dan tentunya, pengantin perempuan lebih-lebih lagi menangis kegembiraan.

-

-

-

-

OK, BERHENTI. KEMBALI KE DUNIA REALITI.

Ini hanyalah mimpi. Tidak salah untuk berimpian, dan harus mengimpi sambil tangan terus menadah berdoa menagih Allah memberikan jawapan.

Dan harus Muslim berdoa, wajib bahkan, semoga Allah memberikannya calon yang terbaik sebagai isteri dan ibu untuk anak-anaknya.

Cukuplah bagi saya buat masa ini. Sekadar berimipian.

Mimpi seperti ini datang sewaktu saya makin hampir dengan tarikh peperiksaan, semakin tertekan mengulang kaji, dan semakin pinar menghafal. Alhamdulillah, sekurang-sekurangnya ada terselit kegembiraan, walau pun sekadar dalam sebuah mimpi yang Allah takdirkan. Saya percaya, ini takdir Allah jua, walau hanya sebuah mimpi.

Saya masih lagi mengharap, Tuhan temukan saya dengan seseorang yang mampu mendampingi saya sehingga ke akhir hayat, jauh daripada istilah perceraian, bahkan menemani saya sehingga ke syurga. Hati mana yang tidak walang, apabila mengetahui sahabat terdekat yang telah bertunang, merencana perkahwinan dalam masa terdekat. Hati bahkan cemburu, tatkala melihat sang lelaki bercakap lembut dengan si perempuan. Mesti di hatinya, sesuatu yang dinamakan cinta.

Belum tiba masanya, belum sampai seru, untuk saya.

Semoga doa seorang Mukmin dimakbulkan Allah.

Sunday, April 10, 2011

.:Dua Puluh Empat:. Post Mubarak Era I

I know I have not been able to post anything this past 3 months. Yeah. I am bad at writing. Do not blame me.

This is post-Mubarak era. Before this, who would dare say that one day, the presidency of this most-populated Middle Eastern country is no longer being held by Mubarak, or its descendant, or even its party and regime? The 25 January Revolution movement is really an eye-opener, not only to the Egyptians only, but the whole world too. It sends a message, the power is belong to rakyat, not to some elites. This I think, shakes off some leaders who have been in power for such a very long time. Yeah. Even BN is afraid. lol.

I don't think it is too late to jot down some of my experience during the revolution period. I may say, the Egypt's 2011 Revolution is perhaps, the most peaceful one compared to another Middle-Eastern countries.

By the end of 2010, Tunisia was the first Arab country to organize rallies and protests to ouster its President Zein Abidin Ali. The protests took its toll, when many of the innocent Tunisian died in clash with the loyal army of the President. The schools and universities were closed, economy was not good with inflation rose, and the stability of the country can no longer being hold, when violence erupted all over Tunisia. By January 2011, Zein Abidin Ali resigned, fled the country, and sought for diplomatic refugees in Saudi proving that the people power can topple the tyrant.

This fueled the Egyptian to gather on Thursday, 25 January 2011, the holiday designated as Police Day, in remembrance of the bravery of the Ismailiyya policemen who fought with Bristish troops 50 years ago. At first the gathering was not that large, though it attracted some thousands of people to gather in the Tahrir Square. The crowds continued to sit in, day or night, enlarged by day when more people joined, demanding the President Mubarak to step down after 30 years in power. The protests were also held in another part of the country, such in Alexandria and Suez.

During this time I could feel the tension caused by this rallies and protests. We had our last day of mid-term exam during these days. As we, the Malaysian students in Mansoura were to organize a trip to South Sinai during winter break after the exam, we were afraid that this would affect the trip, since security measurement was tightened. I was part of the this trip's organizer, and we had a discussion on should we continued with this trip or not. We consulted the Malaysia's Embassy, who gave us permission to go on with the plan.

It was not until Friday, 28 January 2011, mass number of Egyptians flooded to the street, everywhere throughout Egypt. The rallies continued, but in larger scale. The policemen were ordered to monitor the protests, but the context of monitoring exceeded beyond expectation, when these policemen clashes with the people. Internet connection and telephone lines were severed. We the Malaysian students as well as all the Egyptians had no access to the outside world except via TV, and parents and families in Malaysia who children and relatives studied in Egypt started to worry.

We could not even call our friends in Cairo, and SMS services were blocked. This time, we were scared. What would happen to us if this country turned to be violence like Tunisia?

The next Saturday morning, the team and I were doing our last minutes preparation for the trip, when we got the call from the Malaysia's Embassy to cancel the visit. We were devastated, as we had already prepared to go, but not shocked as we know that this might happen.

We discussed on what should we do with all the uncooked food, which should be used during the supposed trip. Then I learned that many of my friends were panic. They made call, in which still unblocked within Mansoura, asking questions on how should they handle the situation, if it got any worse.

Then rumor was spread, saying that prisoners were breaking out from the jails, which later on proved to be true. We were scared to hell to hear this. Suddenly, many mosques made announcement through their PA systems, asking women and children to stay in the house, lock the main gate and men to be out guarding the street. We were even scared to see men holding guns, sticks and woods scouting the street of houses, preparing themselves if any violence erupted, particularly robbery, since the prisoners were on their run.

I remembered, as I was in my friend's house, my passport and my belongings were left in my home. We were told that if anything happened, we would evacuate Mansoura to a safer area. I asked one of my friend to accompany me to go back to my house, because I wanted to take my passport and pack a small bag and then gather back with others in my friend's house.

We walked fast, passing by men guarding the street, when we heard a gun shot. These men then ran toward the source of the shot, and we ran in opposite direction heading my home. I could not described my feeling, hearing a gun shot for the first time in my life.

(to be continued)

Wednesday, January 12, 2011

.:Dua Puluh Tiga:. Summer Hols

The last one was May 2010.

And today is January 12, 2011.

Really, am I going to write only when the examination is ju
st around the corner? Forgive me for not writing anything for a very long period of time.

And by the way, a lot (LOT) had happened during times I did not commit myself to writing.

*******
Saya sedang memdengar Pray nyanyian Justin Bieber. 2010 yang bagi saya terlalu istimewa. Banyak sisi-sisi kemanusian yang saya terokai sepanjang tahun lepas. (Many of them I still keep secretly within myself)

Saya akhirnya pulang juga untuk berhari raya di M
alaysia semasa cuti musim panas lepas.

Sampai sahaja Malaysia, dan berbuka puasa di bulan Ramadhan pertama di Malaysia
dengan Tuk dan Opah di Kuala Kangsar, Perak.


Berhari raya pertama Segamat, Johor.

Bercuti-cuti Malaysia di Melaka.

Dan sempena cuti Hari Malaysia yang pertama kali diperkenalkan kerajaan, berpeluang untuk berjumpa dengan rakan-rakan sewaktu di Izzuddin dahulu sambil beraya ke rumah guru-guru.


Semoga saya lebih rajin menulis pada masa akan datang.

Monday, May 31, 2010

.:Dua Puluh Dua:. Qunut Nazilah

Dahulu kala di sekolah menengah selalu sangat baca qunut nazilah; kadang-kadang selit dicelah-celah qunut Subuh, selalu juga ketika I'tidal tadah tangan memohon kepada Allah dengan lafaz doa ini juga di dalam solat-solat lain. Pendek kata, ramailah yang hafal.

Jadi kepada kalian, cuba hafal qunut di bawah, praktiskan dalam doa-doa atau solat (solat pun daripada segi bahasa bererti doa juga)!

Tambah-tambah Yahudi sedang dengki sangat dengan sukarelawan ke Gaza sekarang ini.

Friday, May 7, 2010

.:Dua Puluh Satu:. Elhamdulillah

Saya rasa lega. Lega selepas dapat bercakap-cakap dengan seorang kawan.

Meluahkan apa yang terbuku di hati memang menyenangkan. Sesuatu perkara buruk yang disimpan hanya menimbulkan kegusaran.

Tetapi bukan semua orang boleh diceritakan pelbagai perkara. We are not asking for empathy here people. Just talk with friend you trust most.

InsyaALLAH, Tuhan akan merasionalkan fikiran anda dalam perbincangan dengan orang yang anda percayai dan akan melorongkan langkah kaki anda untuk melakukan perkara yang betul.

Moga-moga.

**********
Semalam selesai sudah satu program yang bagus. Acara yang menghimpunkan semua pelajar kemasukan 2007/2008 atau lebih dikenali sebagai 3rd Generation.

Bukan mudah untuk dikumpulkan semuanya dalam acara sosial sebegini.

Majlis dimulai dengan solat hajat, memohon kepada ALLAH kejayaan dalam peperiksaan yang kian hampir, juga memohon kebaikan dalam setiap perkara yang dilakukan, dan diikuti dengan munajat zikir memohon keampunan ALLAH.

Kemudian majlis diteruskan dengan sesi Sharing is Caring, melalui perkongsian oleh beberapa pelajar yang paling menonjol dalam kalangan batch ini. Sesi yang sangat bagus saya kira, kerana banyak perkara yang tidak terfikir dek fikiran orang-orang biasa dikongsi oleh mereka yang bagus ini.

Seterusnya Senior Hakim Hamsari menyampaikan slot motivasi, dengan menekankan peri pentingnya matlamat yang dilaksanakan dengan perancangan yang berkesan. Terima kasih Brother Hakim.

Sesi Maafi (nama yang diberikan oleh Ketua Batch) merupakan sesi terakhir. Pelajar diminta bersalam-salaman sesama mereka, sambil memohon kemaafan dan menitipkan motivasi dan doa. Terharu sungguh dengan rakan-rakan, yang sebenarnya, InsyaALLAH, sentiasa mengharapkan kejayaan satu sama lain.

**********
Satu tips yang hendak dikongsi hari ini, diberikan oleh kawan tadi.

Jika kamu takut mengulangi sesuatu dosa yang kamu lakukan, kerana kamu bersungguh-sungguh bertaubat kepada-Nya, cuba kamu rasakan yang dosa itu sesuatu yang MEMBOSANKAN.

Bukankah kita tidak mahu lakukan sesuatu yang bosan, sebagai contoh, menonton filem Yasmin Ahmad?










Sunday, May 2, 2010

.:Dua Puluh:. Sendiri

Puja puji hanya kepada Allah, Tuhan Yang Satu.

Jujur untuk saya katakan, motivasi dan perasaan saya tika masa dan saat ini ialah yang paling rendah saya alami dalam tahun akademik ini.

Allah...Allah...

Jumaat lepas, saya menghabiskan sejumlah besar wang dan masa, juga tenaga, memasak banyak-banyak, waima saya tidak tahu pun siapa yang akan menghabiskan semua makanan yang disediakan.

Seriously, saya memasak memang banyak. Cukup untuk 15 korum!

Akhirnya, saya menyuruh sahaja ahli rumah menjemput jiran kami, untuk menikmati hasil tangan itu. Seronok tengok mereka makan. Berbaloi. Hilang seketika perasaan inferiority complexes yang dialami.

(Sebab dipuji hidangan yang sedap? Entah lah. Puji-pujian dipulang kepada Allah jua)

Peperiksaan saya dianjakkan lagi jadualnya. Kali ini, lebih lambat lagi. Ada 40 hari lagi sebelum kertas pertama menjengah.

Itulah punca rendahnya semangat saya. Salah satu punca.


Perubahan jadual peperiksaan akhir untuk kali yang keEMPAT (ke-4) ini mewujudkan perasaan uncertainty dalam diri saya. Uncertainty kerana ini ialah kali keempat, dan perubahan kali ini ialah terpelik dalam sejarah Fakulti Perubatan, maka saya beranggapan selepas ini mungkin ada perubahan lagi.

Saya sudah LETIH, MELUAT DAN GETIK dengan perubahan yang terbaru. Cukup. Enough is enough. Tak payah hendak ditukar-tukar lagi.

Kawan-kawan, STOP COMPLAINING! This is the time that we should GET OURSELVES OUT FROM THE COMFORT ZONE WE HAVE BEEN IN FROM THE FIRST DAY WE ARRIVED IN EGYPT.

Dahulu-dahulu, jadual digubal dalam keadaaan wujud jela masa yang panjang antara satu kertas dengan kertas yang lain, konon-kononnya supaya jarak masa itu digunakan sebagai masa untuk persediaan kertas yang seterusnya.

Inilah comfort zone yang saya maksudkan. Kita seolah-olah dilalaikan dengan perasaan "Tidak mengapa, masa ada berbaki untuk aku study" oleh sebab jela masa yang panjang itu.

MAKANYA, kita sering berlengah-lengah. Saya lah itu yang suka juga berlengah-lengah.

Sekarang, dengan penggubalan jadual waktu baru yang lebih mencekik, kita reda sahaja lah. Jika hendak ditukar lagi jadual kembali seperti jadual sebelumnya, sudah agak terlambat sebab hari ini sudah masuk hari kedua bulan Mei. Jadi tinggal 22 hari sahaja lagi untuk menghadam subjek pertama yang besar jumlah markahnya.

Biarkan sahaja jadual yang paling terkini untuk diimplementasikan. Dengan itu ada 40 hari lagi, dan saya berdoa saya dan kawan-kawan mampu menggunakan masa yang berbaki untuk membuat persediaan.

Saya bersimpati dengan pelajar yang terpaksa menduduki peperiksaan berturutan hari. Saya tahu anda mampu menggunakan peluang study leave yang panjang ini. Doa saya untuk kalian. Walau berturut hari, namun kalian tetap mampu melakukannya dan lulus cemerlang.
Percayalah pada diri sendiri.

Sekali lagi, inilah masanya untuk kita keluar daripada zon selesa kita! Menjadi doktor mengajar untuk mengejar masa, bukan berlengah.

Pernah tengok Grey's Anatomy? Sedikit terlewat Karev menghantar darah, pesakit tumor pun mati atas meja pembedahan!

Biarlah jadual begitu, bak kata kawan, perubahan itu daripada Allah jua, manusia hanya sebagai instrumen. Makanya, ada hikmah di situ yang Allah tidak singkapkan untuk kita!

Mari keluar dari zon selesa ini! Doakan saya untuk terus bersemangat dan rajin belajar. Doa saya untuk kalian, Allah akan mempermudahkan urusan!